Pemberdayaan Masyarakat Tani Pemaknaan, Dan Kasus Di Lapangan

Indardi Indardi
  AGRISE,Vol 12, No 2 (2012),  105  
Viewed : 164 times

Abstract


Otonomi Daerah telah merubah strategi pembangunan  yang semula serba terpusat menjadi terdesentralisasi dengan pemberdayaan masyarkat. Pemberdayaan masyarkat tani diyakini sebagai pendekatan yang paling sesuai di sector pertanian. Masalahnya adalah sejauhmana pemaknaan pemberdayaan masyarkat tani ini dimaknai oleh pihak-pihak yang terlibat, khususnya pemerintah dan masyarkat petani. Hal ini akan berpengaruh terhadap bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarkat tani tersebut dilakukan. Konsekuensi pendekatan  pemberdayaan masyarakat  tani  menuntut peran serta petani yang tinggi sehingga interaksi social di antara mereka  lebih intensif. Kajian ini bermaksud mengungkap bagaimana pemaknaan  pemberdayaan masyarakat tani dari segi konsep dan kasus di lapangan . Kajian dilakukan dengan metode kasus tunggal (Yin RK, 2005). Sebagai kesimpulan bahwa pemberdayaan masyarkat tani dimaknai secara parsial, dan belum menyentuh makna yang sesungguhnya. Disarankan ada sosialisasi agar ada persamaan persepsi terhadap makna pemberdayaan masyarkat tani.

 

Kata kunci: pemberdayaan masyarakat tani, pemaknaan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)